Tuesday, July 18, 2017

How to go there

Maskapai penerbangan menuju Asia Tengah dari Indonesia, sama sekali tidak ada. Jauh lebih mudah menemukan maskapai penerbangan yang menghubungkan Indonesia dengan negara negara Eropa, Amerika, Australia, bahkan ke Afrika pun masih lebih mudah.
Kesulitan pemegang paspor Indonesia untuk menuju Asia Tengah, selain masalah visa masuk negara Asia Tengah adalah :
  1. Memilih negara transit yang tidak memerlukan visa. Beberapa penerbangan, transit di China, Rusia, Turki, India dan Uzbekistan, yang semuanya memerlukan visa
  2. Banyaknya jumlah transit yang diperlukan. Banyak penerbangan yang menawarkan transit di 2 atau 3 kota transit di beberapa negara yang berbeda. Terlalu banyak transit, selain melelahkan, juga menghasilkan total waktu yang lebih lama untuk mencapai kota tujuan kita
  3. Lamanya total waktu penerbangan. Hampir sebagian besar penerbangan menuju Asia Tengah memakan waktu lebih dari 20 jam, bahkan ada yang mencapai 48 jam
  4. Harga tiket yang mahal
Jadi dalam memilih penerbangan, aku mesti mencari paling ideal dari 4 faktor di atas. Akhirnya aku memutuskan memakai Malaysian Air ke Kuala Lumpur. Lalu terbang menuju Bishkek melalui Almaty. Beruntung waktu mengunjungi kedutaan Kazakhstan, aku sudah mendapatkan informasi bahwa transit di Kazakhstan tidak memerlukan visa. Total waktu penerbangan 18 jam
Pulangnya memakai maskapai Somon Air dari kota Dushanbe ke Jakarta dengan transit via Dubai (tidak memerlukan visa). Total waktu penerbangan 20 jam

Mencari penerbangan yang paling ideal dari 4 faktor diatas, benar benar memakan waktu, karena waktu keberangkatan hanya tinggal 2 minggu lagi.

Thursday, July 13, 2017

Batalnya rencana ke Kazakhstan

Setelah tahu sulitnya mengurus visa ke Kazakhstan, aku bukannya menyerah, tapi mencoba mencari infornasi , tepatnya konfirmasi, ke kedutaan Kazakhstan di Kuningan, Jakarta.
Aku ditemui oleh staf kedutaan yang berpenampilan agak unik. Wajahnya oriental seperti Cina, tetapi rambutnya kuning kecoklatan dan mata abu abu. Selain itu, petugas pria ini adalah seorang muslim, tipikal penampilan dan kepercayaan penduduk  negara Kazakhstan. Air muka dan pandangan mata yang dingin menambah uniknya penampilan petugas pria ini.  O iya... memang orang Asia Tengah berperilaku untuk tidak mudah tersenyum. 
Petugas menyampaikan bahwa hanya peserta pameran di Astana saja yang memperoleh fasilitas bebas visa. Menyadari sulitnya memperoleh visa Kazakhstan, aku memohon diberikan nomer kontak agen perjalanan yang pernah mengurus visa Kazakhstan.
Aku langsung mendatangi salah satu agen perjalanan yang berlokasi di sekitar KuninganKuningan juga. 
Aku bertemu dengan Dianry dari PT Tripuri Wisata. Beliau berjanji untuk segera mengurusnya. 
Setelah mengajukan itinerary  dan aku membayar lunas, aku baru menyadari bahwa waktu pengurusannya terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan. Sehingga aku terpaksa membatalkan pengurusan visa ini, dengan resiko dipotong biaya administrasi 200.000 rupiah.

Thursday, July 6, 2017

Wild Idea

Suatu saat pada beberapa tahun yang lalu ....
Aku membaca blog Agustinus Wibowo mengenai perjalanannya di Asia Tengah. Terpikir olehku, suatu saat aku ingin menjejakkan kaki ke sana...

Pagi ini keponakanku Sweety menyampaikan bahwa dia akan libur kuliah selama beberapa minggu. Dia menyampaikan jadwal liburannya karena beberapa bulan yang lalu aku menanyakan apakah dia bisa membantu bekerja di toko. Jadwal liburannya berada di sekitar bulan Agustus 2017.

Aku ingat beberapa hari sebelumnya ada berita bahwa Kazakhstan sedang menggelar pameran berskala internasional di ibukota Astana, dan membuka kesempatan bagi pemegang paspor Indonesia untuk berkunjung dengan Visa on Arrival. Aku mulai teringat kembali keinginanku untuk singgah di Asia Tengah, ke negara-negara yang namanya berakhiran 'stan', yaitu Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Turkmenistan. Wah... mumpung ada kesempatan. Inilah saatnya untuk bisa berkelana ke negara negara eksotis itu.

Aku mulai menyisir satu persatu dari 5 negara Asia Tengah. Awalnya adalah Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan. Alasannya adalah karena 3 negara tersebut adalah yang paling mudah memperoleh visa untuk pemegang paspor Indonesia. (Untuk detail memperoleh visa, bisa dilihat di posting khusus visa untuk Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan). Akhirnya setelah mempertimbangkan persyaratan visa, dan waktu pengurusan yang terlalu dekat, aku memutuskan hanya 2 negara yang layak dikunjungi. Pertama adalah Kyrgyzstan. Kedua adalah Tajikistan