Aku ditemui oleh staf kedutaan yang berpenampilan agak unik. Wajahnya oriental seperti Cina, tetapi rambutnya kuning kecoklatan dan mata abu abu. Selain itu, petugas pria ini adalah seorang muslim, tipikal penampilan dan kepercayaan penduduk negara Kazakhstan. Air muka dan pandangan mata yang dingin menambah uniknya penampilan petugas pria ini. O iya... memang orang Asia Tengah berperilaku untuk tidak mudah tersenyum.
Petugas menyampaikan bahwa hanya peserta pameran di Astana saja yang memperoleh fasilitas bebas visa. Menyadari sulitnya memperoleh visa Kazakhstan, aku memohon diberikan nomer kontak agen perjalanan yang pernah mengurus visa Kazakhstan.
Aku langsung mendatangi salah satu agen perjalanan yang berlokasi di sekitar KuninganKuningan juga.
Aku bertemu dengan Dianry dari PT Tripuri Wisata. Beliau berjanji untuk segera mengurusnya.
Setelah mengajukan itinerary dan aku membayar lunas, aku baru menyadari bahwa waktu pengurusannya terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan. Sehingga aku terpaksa membatalkan pengurusan visa ini, dengan resiko dipotong biaya administrasi 200.000 rupiah.
No comments:
Post a Comment